Mengidentifikasi para pemasok dengan menggunakan kode skema sertifikasi

Banyak dari produk-produk kayu utama yang secara independen tersertifikasi telah memenuhi standar-standar tertentu di tingkat nasional, regional atau internasional terkait kualitas, keberlanjutan, atau kesehatan dan keselamatan. Beberapa contohnya seperti penandaan ‘CE’ untuk pemasok ke Eropa, sertifikasi ‘CARB’ untuk pemasok ke AS, sertifikasi ‘JAS’ untuk pemasok ke Jepang, dan sertifikasi keberlanjutan FSC. Masing-masing pemasok dialokasikan suatu kode unik ketika pemasok tersebut tersertifikasi dibawah salah satu sistem-sistem ini. Ketika identitas pemasok tidak ditunjukkan pada penandaan kayu, kemasan, dokumen resmi yang relevan atau database pengapalan, biasanya salah satu kode ini akan muncul. Kode ini kemudian bisa direferensi silang dengan daftar pemasok yang bersertifikast yang tersedia secara umum atau diperoleh dari perusahaan-perusahaan yang mengeluarkan sertifikasi dan digunakan untuk langsung mengidentifikasi perusahaan pemasok. Pada tahun 2—7, misalnya, Greenpeace menggunakan metode ini untuk membantu mencaritahu hubungan antara triplek bahan tropis yang dijual di Belanda ke pabrik tertentu milik warganegara Cina yang diduga menggunakan kayu ilegal dari Papua Nugini. [1]

[1] Greenpeace International, Partners in Crime: How Dutch timber traders break their promises, trade illegal timber and fuel destruction of the paradise forests, Crime file, April 2007, http://www.greenpeace.nl/Global/nederland/report/2010/6/partners-in-crime-how-dutch.pdf