Lacey Act

Apa itu Lacey Act?

Untuk mengatasi peran AS sebagai konsumen utama kayu ilegal, pada tahun 2008, pemerintah AS mengamandemen Lacey Act, suatu undang-undang yang aslinya diterbitkan pada tahun 1900 yang sebelumnya hanya diterapkan pada hewan-hewan. Dengan perluasannya hingga mencakup tanaman dan produk-produk berbahan tanaman, AS menjadi negara pertama di dunia yang melarang impor kayu yang berasal dari sumber yang melanggar hukum negara asal.

Amandemen Undang-Undang tersebut memiliki dua elemen kunci:

  • Merupakan suatu tindakan pelanggaran hukum untuk melakukan impor, ekspor, mengangkut, menjual, menerima atau memperoleh tumbuhan apapun yang dihasilkan dari tindakan yang melanggar hukum baik di dalam wilayah AS maupun di luar negeri;
  • Para importir kayu dan produk kayu besar diharuskan untuk mendeklarasikan secara akurat negara tempat kayu tersebut dipanen dan nama spesies produk-produk tersebut ketika produk-produk tersebut memasuki wilayah negara AS;

Ketentuan-ketentuan ini telah diberlakukan sejak bulan Mei 2008. Beberapa perusahaan dan orang-orang yang tertangkap memiliki kayu, tanaman dan produk-produk tanaman yang dihasilkan secara ilegal, sekarang bisa dikenai hukuman atau disita barang-barangnya. Hukuman-hukuman yang diberlakukan berkisar antara penyitaan terhadap barang-barang tersebut dan kapal-kapalnya hingga denda dan bahkan hukuman penjara.

Bagaimana Hal ini Dapat Membantu Anda?

Ancaman hukuman dibawah Lacey Act pernah berhasil menjatuhkan denda hingga mencapai jutaan dolar. Sudah ada beberapa kasus-kasus terkenal yang melibatkan kayu dari Peru, Madagaskar, Timur Jauh Rusia dan Myanmar. Meskipun demikian, diperkirakan bahwa AS masih terus mengimpor kayu yang dihasilkan secara ilegal dengan nilai mencapai $3 milyar setiap tahunnya. Dengan mengumpulkan dan berbagi bahan bukti yang relevan, anda bisa membantu menutup kesenjangan pada implementasi dan penegakan hukum tersebut. Melakukan hal ini akan mendukung berbagai upaya untuk memperbaiki penegakan hukum dan tata kelola hutan di negara-negara pengekspor kayu, membantu melindungi lingkungan hidup dan masyarakat setempat dari penghancuran yang diakibatkan oleh penebangan liar.