1. Pendahuluan

Penebangan liar yang merajalela telah menciptakan berbagai dampak yang sangat destruktif terhadap kehidupan liar, masyarakat dan iklim global. Pemerintah dari berbagai negara yang menghadapi masalah penebangan liar dan perdagangan yang terkait dengannya telah mengalami kerugian dari hilangnya pemasukan hingga mencapai milyaran dolar, sementara masyarakat adat dan komunitas lokal yang bergantung pada hutan kehilangan lahan dan mata pencaharian mereka. Penebangan liar telah melemahkan supremasi hukum, mendorong korupsi dan di beberapa kejadian bahkan berkontribusi terhadap konflik bersenjata.

Sebagian besar dari kayu dan produk-produk kayu yang dihasilkan secara ilegal, dari hutan Amazon sampai dengan Asia Tenggara, pada akhirnya dijual di pasar yang sangat menguntungkan di Eropa dan Amerika Serikat. Menanggapi krisis ini, dan untuk mengatasi keterlibatan kedua pasar tersebut dalam permasalahan ini, pemerintah Uni Eropa (UE) dan AS telah mengesahkan legislasi yang melarang kayu ilegal untuk diperjual-belikan. Meskipun legislasi tersebut berhasil  menciptakan sedikit dampak, sejauh ini peraturan-peraturan tersebut belum berhasil menghentikan mayoritas impor kayu yang berasal dari sumber yang ilegal hingga mencapai pasar. Diperkirakan bahwa AS terus mengimpor kayu yang berasal dari sumber ilegal yang bernilai mencapai $3 milyar setiap tahunnya[1], selain itu kajian resmi dari EUTR menemukan bahwa implementasi peraturan tersebut hingga saat ini masih lemah. [2]

Satu alasan mengapa peraturan tersebut belum sepenuhnya berlaku efektif adalah, meskipun banyak informasi mengenai penebangan liar di negara-negara yang mengekspor kayu, belum ada bukti yang cukup memadai yang berhasil mencapai lembaga-lembaga yang ditugaskan untuk menegakkan peraturan ini di Eropa dan AS. Panduan ini bertujuan untuk menutup celah pada informasi tersebut.

Panduan ini ditujukan untuk membantu masyarakat sipil untuk mengidentifikasi kayu ilegal, melacak kayu ilegal yang beredar di pasar UE dan AS, dan mengumpulkan bukti-buktinya kepada otoritas yang relevan. Dengan mengambil contoh dari beberapa studi kasus di seluruh dunia, panduan ini merangkum berbagai perangkat, metode dan teknologi mutakhir untuk melakukan investigasi independen terhadap legalitas penebangan, perdagangan, ekspor dan untuk melacak kayu yang dipasok dengan melanggar hukum melalui rantai pasok yang rumit hingga mencapai konsumen akhir.

Panduan ini diharapkan bisa membantu setiap orang dan kelompok-kelompok yang saat ini terlibat dalam penelitian yang relevan, selain juga memberikan inspirasi dan memberdayakan masyarakat lainnya untuk bergabung dengan mereka. Dengan semakin banyaknya orang yang dibantu untuk membeberkan kasus-kasus penebangan liar dan perdagangan yang terkait dengannya, buku panduan ini diharapkan bisa membantu memperbaiki implementasi hukum yang relevan dan, pada akhirnya, mengurangi penebangan liar dan dampak kerusakannya terhadap masyarakat dan lingkungan.

Untuk siapa buku panduan ini?

Buku Panduan ini pada intinya ditujukan untuk digunakan oleh masyarakat sipil, termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), komunitas lokal dan kelompok pemuda, dan para aktivis. Buku ini juga bisa menjadi buku yang menarik bagi para jurnalis investigatif. Anda bisa saja seorang anggota komunitas adat yang ingin mencari tahu siapa pihak yang sedang melakukan penebangan di lahan anda dan apakah yang mereka lakukan merupakan hal yang legal. Anda bisa saja sebuah LSM lokal atau aktivis independen yang ingin memeriksa legalitas perizinan pembukaan hutan untuk perkebunan kelapa sawit, dan melacak kemana perginya kayu-kayu yang dihasilkan. Anda bisa juga seorang jurnalis investigatif di suatu negara bagian dari Uni Eropa yang ingin menghasilkan cerita mengenai kayu ilegal yang digunakan untuk perabot taman.

Informasi dalam panduan ini relevan bagi setiap negara yang menghadapi berbagai tindakan pelanggaran hukum terkait penebangan atau pembukaan hutan dan perdagangan kayu yang terkait, dan bagi semua negara yang mengimpor kayu dari negara-negara ini. Meskipun panduan ini terutama fokus pada kasus-kasus yang berkaitan dengan rantai pasok ke UE dan AS, sebagian besar dari metode-metode yang dijelaskan dapat diterapkan di berbagai kasus lain dimana kayu dikirim ke negara-negara lain maupun dikonsumsi secara domestik. Bahkan pada peristiwa yang tidak melibatkan produksi kayu: meskipun sebagian besar dari panduan ini berkaitan dengan produksi kayu, sebagian besar perangkat dan metode-metodenya cukup relevan untuk digunakan dalam kegiatan investigasi pelanggaran hukum melalui pembukaan hutan (seperti untuk perkebunan komersil), dimana tidak terdapat produksi kayu.

Informasi yang terdapat dalam buku panduan ini juga bisa dimanfaatkan oleh pemerintah dan perusahaan. Lembaga-lembaga penegak hukum bisa memanfaatkan buku ini untuk penelitian mereka sendiri, atau untuk meningkatkan pemahaman terhadap informasi yang diberikan kepada mereka oleh rekan-rekan dari LSM. Para pembeli produk kayu bisa memanfaatkan beberapa metode yang ada di buku panduan ini untuk memeriksa legalitas kayu yang mereka beli. Penegak hukum dan pembeli produk kayu bisa memperoleh manfaat dari informasi kontekstual yang disajikan untuk meningkatkan pemahaman mereka mengenai fungsi pelanggaran hukum dalam sektor yang rumit ini.

Bagaimana cara memanfaatkan buku panduan ini?

Kemungkinan tidak semua informasi dalam buku panduan ini relevan bagi suatu kasus atau seorang pembaca tertentu. Para pembaca diharapkan memanfaatkan buku panduan ini sebagai sebuah sumber bacaan, dengan menyerap hanya bagian-bagian yang paling relevan bagi kebutuhan mereka, dan merujuk kembali kepada buku ini secara bertahap seiring perkembangan penelitian yang dilakukan. Buku panduan ini dibagi menjadi tiga bab, yang meliputi pembahasan-pembahasan berikut:

Bagian 1-3 memberikan suatu gambaran umum mengenai hukum yang telah disahkan di UE dan AS sebagai respon terhadap penebangan liar yang merajalela di dunia, dan mengkaji bagaimana informasi dari masyarakat sipil bisa mendukung implementasi dari undang-undang tersebut.

Bagian 4-10 menguraikan bagaimana pelanggaran hukum berfungsi dalam sektor tersebut, dari hutan ke pasar, dan memberikan panduan secara terperinci mengenai bagaimana seseorang atau lembaga bisa melakukan investigasi di berbagai tahapan rantai pasok.

Bagian 11-13 menjelaskan mengenai bagaimana informasi yang diperoleh selama investigasi bisa dimanfaatkan untuk mendukung implementasi hukum, meningkatkan berbagai kebijakan dan menutup pasar bagi kayu ilegal.

Buku panduan ini dipublikasikan bersama dengan situs terkait yang memuat berbagai sumber informasi tambahan. Situs tersebut akan diperbarui secara teratur dengan informasi baru termasuk berbagai perubahan pada hukum, perkembangan teknologi-teknologi yang relevan dan studi kasus baru. Situs tersebut juga akan memuat berbagai informasi mengenai kontak otoritas yang relevan di UE dan AS yang terus diperbarui.

Earthsight, penerbit buku panduan ini, juga berupaya untuk mengembangkan kemitraan dengan LSM yang terlibat dalam penelitian yang relevan. Earthsight bisa menyediakan pendampingan pro-bono untuk membantu berbagai lembaga dan individu untuk membangun, mengumpulkan dan mempublikasikan kasus-kasus perdagangan kayu ilegal. Pendampingan bisa berupa dukungan untuk memperoleh atau menganalisa penggalan informasi secara terpisah (misalnya interogasi terhadap database catatan pengiriman), sampai dengan penelitian bersama secara mendalam, termasuk kegiatan lapangan. Informasi lebih lanjut mengenai kemitraan, termasuk bagaimana cara mengemukakan jika anda berminat, bisa dilihat disini.

[1] Lawson, S. 2015. The Lacey Act’s Effectiveness in Reducing Illegal Wood Imports. Union of Concerned Scientists, http://www.ucsusa.org/sites/default/files/attach/2015/10/ucs-lacey-report-2015.pdf

[2] TEREA/S-for-S/Topperspective. 2016. Evaluation of the EU FLEGT Action Plan (Forest Law Enforcement Governance and Trade) 2004-2014. Commissioned by the European Commission through the European Forest Institute, http://www.flegt.org/evaluation