5. Penggelapan kayu di Indonesia

Labora Sitorus, seorang staf kepolisian berpangkat rendah di Provinsi Papua Barat di Indonesia, merupakan pemilik perusahaan pemrosesan kayu bernama PT Rotua. Selama investigasi lapangan, para investigator masyarakat sipil meyakini bahwa PT Rotua menerima kayu yang secara kasar diproses di dalam hutan dari komunitas di dua kabupaten. Para investigator selanjutnya yakin bahwa PT Rotua menggunakan dokumen-dokumen yang tidak benar dan tidak lengkap untuk mengangkut kayu dari tempat pemanenan ke pabrik penggergajiannya, dan dari pabrik penggergajian ke tempat pemrosesan di kota Surabaya. Sitorus ditangkap pada bulan Mei 2013, dan 115 kontainer berisi kayu Merbau yang berharga, yang diperkirakan bernilai lebih dari US$ 20 juta, disita. Investigasi setelahnya yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan bahwa hampir US$128 juta dicuci melalui akun bank pribadinya, hasil dari kayu ilegal dan penggelapan bahan bakar. Pada tahun 2014, Sitorus didakwa atas penebangan liar dan pencucian uang. Ia dihukum sampai dengan 15 tahun penjara dan diperintahkan untuk membayar denda sebesar US$400.000.