9. Memetakan rantai pasok antar benua

Environmental Investigation Agency pernah melakukan wawancara dengan otoritas Rusia, lembaga non-profit dan komunitas, dan menemukan bahwa penebangan liar sistemik di Rusia Jauh Timur, dan pencucian kayu dengan menggunakan perizinan palsu, merupakan suatu rahasia umum. EIA menganalisa catatan bea cukai Rusia, Cina dan AS untuk mengidentifikasi lusinan perusahaan-perusahaan Cina yang mengekspor kayu keras untuk lantai ke AS, yang dibuat dari kayu pohon ek di hutan-hutan ini.

Setelah itu, para investigator EIA yang menyamar sebagai importir bertemu dengan para eksportir Cina. Para investigator ini berhasil menanyakan lebih dari 20 operator pabrik penggergajian dan pabrik lantai mengenai praktik-praktik pemasokan bagi para pembeli dari US. Salah satu dari perusahaan tersebut adalah perusahaan lantai yang dimiliki seseorang berkebangsaan Cina dengan nama perusahaan Suifenhe Xingjia Economic and Trade Company (Xingjia). Dalam pertemuan rahasia dengan EIA, presiden dan manajer senior Xingjia menjelaskan sistem pemanenan ilegal yang berlaku luas di hutan-hutan Rusia dan penyuapan terhadap para pejabat pemerintah Rusia. Xingjia mengklaim bahwa mereka telah melebihi batas pemanenan di wilayah-wilayah konsesinya sendiri, dan mencuci kayu ilegal yang dipotong di luar konsesinya sendiri dengan menggunakan izin-izin pemanenan. Sembilan puluh persen dari bahan mentahnya ternyata dipasok dari para pemasok berisiko tinggi lainnya di seluruh Timur Jauh Rusia. Penelitian lebih lanjut yang dilakukan EIA telah mengungkap bahwa para pemasok ini sedang diinvestigasi oleh kepolisian dan bahkan berhasil didakwa, atas keterlibatan mereka dalam penebangan liar.

Melalui data perdagangan, yang didukung oleh observasi selama pertemuan-pertemuan rahasia dengan menyamar sebagai pembeli potensial, EIA menemukan bahwa pelanggan terbesar Xingjia adalah perusahaan yang berkantor pusat di US, Lumber Liquidators. Lumber Liquidators, pada saat itu, merupakan ritel terbesar yang khusus menjual bahan lantai dari kayu keras di AS. Investigasi tersebut berujung pada dakwaan terhadap Lumber Liquidators dibawah Lacey Act. Pada bulan Oktober 2015, perusahaan tersebut setuju untuk mengaku bersalah terhadap beberapa pelanggaran di bawah undang-undang tersebut. Lumber Liquidators telah sepakat untuk membayar denda sebesar US$13,2 juta dan mengikuti Rencana Kepatuhan Lingkungan (Environmental Compliance Plan) yang ketat selama lima tahun ke depan. [1]

[1] http://www.wri.org/blog/2015/10/13-million-fine-lumber-liquidators-shows-us-lacey-acts-clout