2. Investigasi terhadap tebang pilih di Sarawak

Pada tahun 2009, dana pensiun Norwegia menugaskan Earthsight untuk melakukan investigasi terhadap kegiatan-kegiatan perusahan penebangan besar di Malaysia yang mana dana pensiun tersebut memiliki saham di perusahaan tersebut. Earthsight menggunakan berbagai dokumen referensi, citra-citra satelit dan kunjungan lapangan untuk mengekspos berbagai macam kegiatan ilegal yang dilakukan oleh perusahaan tersebut di wilayah pemanenan yang sudah diberi izin (konsesi) di Sarawak:

  • Analisa dokumen-dokumen referensi: AMDAL untuk penebangan kayu di berbagai wilayah konsesi menyatakan bahwa perusahaan tersebut telah mulai melakukan penebangan sebelum hasil kajian diterbitkan, hal ini merupakan pelanggaran terhadap peraturan.
  • Membandingkan dokumen-dokumen referensi dengan citra satelit: Peta-peta konsesi terperinci yang diperoleh dari beberapa lampiran AMDAL. Peta-peta tersebut kemudian dibandingkan dengan citra satelit yang terkini, yang setelah diproses kerusakan pada vegetasi dari kegiatan tebang pilih yang baru dilakukan bisa terlihat. Pembandingan kedua dataset tersebut menunjukkan bukti adanya penebangan liar di luar batas-batas wilayah konsesi dan di wilayah-wilayah yang dilarang di dalam area konsesi.
  • Observasi lapangan dan wawancara: Bukti adanya penebangan ilegal di wilayah penahan sungai, penebangan spesies-spesies yang dilindungi, polusi sungai oleh debu-debu penebangan dan pembukaan secara ilegal yang melampaui batas-batas di sepanjang jalan logging diperoleh melalui observasi lapangan. Bukti tambahan pemanenan ilegal terhadap spesies lindung, pemotongan kayu yang masih terlalu kecil dan penandaan palsu terhadap kayu diperoleh dari berbagai wawancara dengan para penebang dan karyawan kamp penebangan.

Informasi yang diperoleh membuat dana pensiun Norwegia kemudian memasukkan perusahaan tersebut ke dalam daftar hitam, dan dikutip berkali-kali oleh LSM yang berkampanye menuntut perubahan di Sarawak.