11. Panggilan telepon melalui penyamaran untuk mengidentifikasi pemasok

Pada tahun 2010[1], suatu studi yang dilakukan oleh Earthsight untuk WWF terkait produk kayu berisiko tinggi yang diimpor ke Inggris Raya dengan menggunakan data perdagangan dan informasi lain untuk menentukan bahwa pintu berbahan kayu keras yang dibuat dari Meranti dan diimpor dari Indonesia merupakan produk yang diminati. Pencarian melalui internet dan panggilan telepon  ke pedagang ritel, yang dilakukan dengan menyamar, menghasilkan suatu daftar pendek lima perusahaan utama yang menjual atau mendistribusikan pintu-pintu ini di Inggris Raya. Informasi mengenai rantai pasok dari salah satu perusahaan ini – LPD Doors – dicari dengan menggunakan permintaan terbuka oleh WWF dan panggilan telepon samaran dengan berpura-pura menjadi pembeli yang khawatir dari Earthsight. Penyelidikan tersebut menghasilkan identifikasi pabrik di Indonesia dan eksportir pintu-pintu tersebut. Earthsight mengunjungi pemasok dari Indonesia tersebut dengan menyamar, dan diberikan beberapa dokumen yang menunjukkan bahwa perusahaan tersebut baru-baru ini memasok Meranti dari 20 pemasok yang berbeda. Semua terkecuali satu dari pemasok teresebut merupakan pedagang sekunder, dan tidak ada informasi lebih jauh lainnya yang dicari dengan tujuan mencari asal kayu. Satu-satunya pemasok yang memiliki izin konsesi kayu, PT Kayu Lapis Indonesia, telah menjadi target dugaan dari beberapa LSM terkait penebangan liar dan eksploitasi komunitas. Penelitan tersebut karenanya berhasil mendemonstrasikan bahwa Meranti yang digunakan untuk pintu-pintu tersebut tidak dapat di lacak dan dari sumber yang berisiko.

[1] WWF, ‘What Wood You Choose? Tracking forest products on sale in the UK back to their forest source’, February 2011, http://assets.wwf.org.uk/downloads/what_wood_you_choose_feb11.pdf