3. Pembukaan lahan sebelum perizinan diperoleh

Selama investigasi di Indonesia, LSM Environmental Investigation Agency (EIA) dan Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) telah mengidentifikasi pembukaan lahan berskala besar di wilayah hutan, yang di peta pemerintah yang telah diperoleh mengindikasikan bahwa wilayah tersebut belum memiliki izin yang relevan. EIA dan JPIK berhasil menemukan nama perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, dan mengidentifikasi kayu yang dipanen di konsesi tersebut dan dipindahkan ke pabrik kayu terdekat. Namun, dalam database pemerintah provinsi tidak terdapat perizinan untuk konsesi-konsesi tersebut. Setelah beberapa bulan, AMDAL untuk area konsesi tersebut diperoleh, bukan dari jalur pemerintah, namun dari suatu desa yang berdekatan dengan konsesi tersebut. Dokumen tersebut meliputi peta-peta yang menunjukkan batas-batas wilayah kosensi, yang didigitalisasikan oleh seorang analis SIG. Melapisi batas-batas ini dengan beberapa citra Landsat menunjukkan bulan ketika pembukaan lahan mulai dilakukan, dan berapa banyak area hutan yang dibuka selama beberapa bulan. EIA/JPIK memperoleh konfirmasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bahwa perusahaan tersebut belum memiliki hak hukum untuk membuka hutan tersebut.